Kamis, 17 September 2015

Materi Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan (wikipedia)

Dalam postingan kali ini, saya akan berbagi materi akuntansi dalam format file power point (.ppt), bisa langsung didownload lengkap disini. Atau bisa dilihat-lihat dulu di slideshare saya menurut bab yang dituju (download per bab lihat di slideshare) :

*UPDATE*
Materi Akuntansi Perusahaan Dagang : Download Lengkap

Slideshare :
Bab 14 : Jurnal Khusus (missing file)
Bab 15 : Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Bab 16 : Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang 

Jika ada kerusakan link, mohon hubungi admin

Copyright : Penerbit Erlangga

Rabu, 19 Agustus 2015

Logo SMA Negeri 3 Padang

Karena tidak tersedianya logo SMA Negeri 3 Padang yang tanpa background di Google, maka saya akan share logo tersebut bagi yang membutuhkan : 

Silahkan di-download



Kamis, 30 Juli 2015

[SMA] Analisis Adaptasi Novel Menjadi Film : The Hunger Games

Novel dan film merupakan bentuk-bentuk dari teks naratif yang terdiri dari suatu struktur. Chatman (1980:22-26) menjabarkan struktur naratif menjadi dua, yaitu pertama, cerita atau isi, kedua wacana atau ekspresi. Cerita dapat terbentuk dari peristiwa dan eksistensi. Bentuk dari wacana atau ekspresi adalah struktur dari transmisi naratif. Sedangkan substansi dari wacana atau ekspresi berupa manifestasi yang dapat berbentuk verbal, sinematik (film), balet, pantomime, dan lain-lain.

Cerita yang dituturkan dalam film bisa berasal dari banyak sumber, namun pada hakikatnya dibagi menjadi dua, yakni cerita asli dan cerita adaptasi. Cerita asli maksudnya film tersebut lahir dari buah pikiran penulisnya, sedangkan cerita adaptasi yakni sebuah film bersumber dari media lain yang kemudian dibuat menjadi sebuah film (Ade, 2009:42). Salah satu media tersebut adalah novel. Munculnya fenomena pengangkatan novel ke bentuk film merupakan perubahan substansi dari wacana yang memunculkan istilah ekranisasi.Istilah ekranisasi dimunculkan pertama kali oleh Bluestone (1957:5) yang berarti proses pemindahan atau perubahan bentuk dari sebuah novel ke dalam bentuk film. Berdasarkan asal katanya, Eneste (1991:60) mengartikan ekranisasi sebagai pelayarputihan (ecran dalam bahasa Prancis berarti layar). Lebih jauh, Eneste menyatakan bahwa ekranisasi merupakan proses perubahan pada alat yang dipakai, proses penggarapan, proses penikmatan, dan waktu penikmatan (1991:60-61). Perubahan yang terjadi dari bentuk novel ke bentuk film tersebut dilakukan dalam rangka fungsi (Isaacs, 1970:144-146).

Upaya memfilmkan novel sudah berlangsung nyaris sama tuanya dengan usia perfilman itu sendiri. Sejak zaman film bisu (film yang hanya menyajikan gambar atau tanpa suara) hal ini sudah dilakukan. Bahkan, pada awalnya film mengadaptasi novel secara utuh (persis seperti novelnya). Sutradara Austria Erich Von Stroheim mengadaptasi novel McTeague karya Frank Norris (1899) mengisahkan misteri pembunuhan seorang pelayan dengan begitu rinci. Alhasil, film yang kemudian diberi judul Greed itu bentuk aslinya memakan waktu putar sekitar 12 jam (Ade, 2009:42).

Sapardi Djoko Damono (2005: 96) menyebut ekranisasi dengan istilah lain yakni alih wahana. Istilah ini hakikatnya memiliki cakupan yang lebih luas dari ekranisasi. Lebih lanjut, Sapardi menjelaskan bahwa alih wahana adalah perubahan dari satu jenis kesenian ke dalam jenis kesenian lain. Alih wahana yang dimaksudkan di sini tentu saja berbeda dengan terjemahan. Terjemahan atau penerjemahan adalah pengalihan karya sastra dari satu bahasa ke bahasa yang lain, sedangkan alih wahana adalah pengubahan karya sastra atau kesenian menjadi jenis kesenian lain. Sapardi Djoko Damono mencontohkan cerita rekaan diubah menjadi tari, drama, atau film. Alih wahana juga dapat dilakukan dari film ke novel, atau bahkan puisi yang lahir dari lukisan atau lagu dan sebaliknya. Lebih lanjut disebutkan bahwa di dalam alih wahana akan terjadi perubahan. Dengan kata lain, akan tampak perbedaan antara karya yang satu dan karya hasil alih wahana tersebut.

Alih wahana novel ke  film misalnya,  tokoh,  latar,  alur,  dialog,  dan  lain-lain  harus diubah sedemikian  rupa sehingga sesuai dengan keperluan jenis kesenian lain (2005: 98). Perbedaan wahana atau media secara  langsung akan mempengaruhi cara penyajian cerita,  bentuk  penyajian  cerita.  Selain  masalah  keterbatasan (limit)  yang  dimiliki  oleh masing-masing media, masalah proses resepsi, pembacaan, penulis skenario atau penyutradaraan terhadap karya tersebut juga akan berpengaruh terhadap kehadiran karya adaptasi (Bluestone, 1957: 1). Dalam proses tersebut, kompleksitas permasalahan ideologi dan tujuan-tujuan, intensi, pesan, misi, dan keinginan penulis  skenario,  sutradara  ataupun produser  sangat dipengaruhi oleh  jiwa zaman, fenomena sosial yang berkembang, kultural, dan sosial masyarakatnya.

Adaptasi pada hakikatnya memiliki konsep yang sama dengan alih wahana. Richart Krevolin (2003:78) menjelaskan, “Adaptasi adalah proses menangkap esensi sebuah karya asli untuk dituangkan ke dalam media lain. Memang tidak bisa dihindari beberapa elemen akan tetap digunakan dan beberapa lainnya akan ditinggalkan tetapi jiwa cerita itu haruslah sama.” Adaptasi (adaptation) adalah proses pengolahan terhadap suatu cerita yang dilakukan secara bebas dan disesuaikan dengan lingkungan (Laelasari, 2006:11). Seperti halnya alih wahana, adaptasi dapat dilakukan dari suatu karya menjadi karya yang lain dengan beberapa perubahan di dalamnya. Perubahan ini terjadi biasanya menyangkut struktur suatu karya misalnya adanya perbedaan tokoh, penambahan dan pengurangan alur cerita, dan perbedaan sudut pandang. 

Karya hasil adaptasi telah menjadi sebuah karya baru yang utuh, meskipun sering ditemui beberapa komponen yang sama dan tidak dapat lepas dari karya sebelumnya. Karya hasil adaptasi dengan karya asli (karya yang diadaptasi) memiliki nilai yang sama. Hal yang menentukan baik tidaknya karya tersebut adalah keutuhan karya disesuaikan dengan media yang digunakan. Asrul Sani (1991:1) mengungkapkan bahwa sebuah film yang didasarkan pada sebuah novel, biarpun di atara keduanya terdapat kesamaan adalah suatu kesatuan artistik yang lain dari novel yang menjadi sumbernya. Hasil transformasi sebuah novel ke dalam sebuah film adalah sesuatu yang lepas dari novel tersebut, dan harus dinilai lepas dari novel yang menjadi sumbernya. Sumber : www.sastranusantara.wordpress.com

Berikut contoh tugas manganalisis adaptasi novel menjadi film, disini saya mengangkat topik novel The Hunger Game : Silahkan DOWNLOAD DISINI

Sabtu, 13 Juni 2015

[SMA] Analisis Cerpen : Banun, Perihal Orang Miskin Yang Bahagia dan Paing

Analisis dari ketiga cerpen ini mencangkup : sinopsis, struktur cerpen (abstraksi, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda), unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.




Silahkan dowload disini 

[SMA] Contoh Dakwah Singkat

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Dakwah tidak terikat rukun seperti khotbah dan bisa dilakukan laki-laki maupun perempuan.

FAKTA ILMIAH DALAM AL-QUR’AN

Assalamu’alaikum wr. wb.
Segala puji mari kita sampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat berupa iman dan islam. Tak lupa pula sholawat dan salam kita kirimkan kepada nabi besar kita yakni Nabi Muhammad SAW ; “Allahumma Sali’ala muhammad wa ala’ali muhammad.” Yang telah membawa cahaya pengetahuan dan keimanan kepada kita semua.
Baiklah saya tak akan memperpanjang muqadimah, langsung saja pada dakwah saya yang berjudul : “Fakta Ilmiah dalam Al-Qur’an.” Tujuan dari dakwah ini adalah untuk mengajak teman-teman semua untuk semakin  mengimani dan mencintai Al-Qur’an dengan mengetahui salah satu dari sekian banyak keajaibannya.
Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk semua umatnya. Diturunkan kurang lebih 14 abad yang lalu dimana pengetahuan sains modern sama sekali belum terpikirkan oleh masyarakat pada zaman itu.
Banyak hasil penelitian modern pada zaman sekarang yang telah diungkapkan 14 abad lalu melalui Al-Qur’an. Setiap kitab Allah yang diturunkan pada utusanNya telah sesuai dengan zaman dimana kitab tersebut diturunkan. Begitu juga dengan Al-Qur’an, pada zaman Al-Qur’an diturunkan banyak berkembang syair-syair indah yang sangat disukai pada zaman tersebut. Oleh karena itulah Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa yang indah pula. Karena Al-Qur’an berlaku sampai akhir zaman, Allah pastilah sudah mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pada zaman sekarang. Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat berkembang pada zaman sekarang. Hal itu sudah disesuaikan di dalam Al-Qur’an dengan adanya fakta-fakta ilmiah di dalamnya.
Salah satu contohnya tentang besi. Besi merupakan jenis logam yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai hal dari zaman dulu hingga sekarang. Para peneliti mengemukakan bahwa besi tidak berasal dari Bumi dan tidak dapat dibentuk di Bumi, baik alami maupun sintesis. Besi adalah sebuah partikel yang datang dari luar angkasa. Hasil penelitian yang dibuktikan baru-baru ini ternyata telah dijelaskan 14 abad lalu oleh Al-Qur’an. Setidaknya ada 9 ayat yang menjelaskan tentang besi dalam Al-Qur’an.
Di antaranya, yaitu pada potongan Surat Al-Hadid ayat 25 yang artinya : “....... Dan Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia...” Kata ‘menurunkan’ secara tersirat menunjukkan bahwa Allah-lah yang menurunkan besi ke Bumi.
Contoh lainnya adalah tentang penciptaan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, seperti firman Allah pada Surat Ar-Zariyat ayat 49 yang artinya : “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Mungkin menurut orang awam hal itu telah terbukti dengan manusia dan makhluk lainnya diciptakan secara berpasangan, tapi banyak yang tidak tahu bahkan unit terkecil dalam kehidupan alam semesta ini diciptakan berpasangan. Ialah atom, unsur terkecil dalam kehidupan. Hal ini telah terbukti melalui penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Inggris yaitu Paul Dirac. Tubuh makhluk hidup tersusun atas atom, bahkan benda mati pun tersusun atas atom. Atom memiliki kandungan inti yang berpasangan yaitu proton dan elektron yang semakin mempertegas kebenaran Al-Qur’an.
Fakta lainnya adalah benda-benda langit yang bergerak menurut garis edarnya yang baru dibuktikan pada akhir abad ke-20. Padahal 14 abad lalu Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an. Salah satunya pada Surat An-Anbiya ayat 33 yang artinya : “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
Selain 3 fakta yang telah saya sampaikan sebelumnya, masih banyak fakta ilmiah lain yang terdapat pada Al-Qur’an yang tidak mungkin saya jelaskan satu-persatu. Fakta-fakta ilmiah tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan produk buatan manusia, melainkan memang firman Allah yang kebenarannya tak diragukan setiap katanya. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Besar.
Dengan disampaikannya dakwah ini, semoga keimanan dan ketakwaan teman-teman bertambah dan semakin mencintai Al-Qur’an. Demikianlah dakwah singkat saya, jika ada salah dan khilaf mohon dimaafkan, Assalamu’alaikum wr. wb.

Kamis, 19 Februari 2015

[SMP] Adat Nan Taradat

Adat nan taradat menjadi kebiasaan turun-temurun di suatu nagari di minangkabau, dan merupakan aturan pelaksanaan dari adat nan diadatkan. Pada setiap nagari di minangkabau diberi hak untuk menyusunnya berdasarkan musyawarah nagari bersendikan adat nan sabana adat dan adat nan diadatkan.

Lengkapnya : DOWNLOAD DISINI

*Jika link download rusak, hubungi admin

[SMP] Example of Formal & Informal Letter


FORMAL AND INFORMAL LETTERS

FORMAL                                  

INFORMAL                                

















































Name        Dear Mr/Mrs/Ms Dupuis
Dear Mary
Hi/Hello Mary
Mary,....(or no name at all)
Previous contactThank you for your e-mail of...
Further to your last e-mail,...
I apologise for not getting in contact with you before now.
Thanks for your e-mail.
Re your e-mail,...
Sorry, I haven't written for ages,but I've been really busy.
Reason for writingI am writing in connection with...
I am writing with regard to...
In reply to your e-mail, here are...
Your name was given to me by...
We would like to point out that...
Just a short note about...
I'm writing about...
Here's the...you wanted.

I got your name from...
Please note that...
Giving informationI'm writing to let you know that...
We are able to confirm that...
I am delighted to tell you that...
We regret to inform you that...
Just a note to say...
We can confirm that...
Good news!
Unfortunately,...
AttachmentsPlease find attached my report.
I'm sending you ... as a pdf file.
I've attached...
Here is the...you wanted.
Asking for informationCould you give me some information about...
I would like to know...
I'm interested in receiving/finding out...
Can you tell me a little more about...
I'd like to know...
Please send me...
RequestsI'd be greatful if you could...
I wonder if you could...
Do you think I could have...?
Thank you in advance for your help in this matter.
Please could you...
Could you...?
Can I have...?
I'd appreciate your help on this.
Promising actionI will...
I'll investigate the matter.
I will contact you again shortly.
I'll...
I'll look into it.
I'll get back to you soon.
Offering helpWould you like me to...?
If you wish, I would be happy to...
Let me know whether you would like me to...
Do you want me to...?
Shall I...?

Let me know if you'd like me to...
Final commentsThank you for your help.
Do not hesitate to contact us again if you require any further information.
Please feel free to contact me if you have any questions. My direct line is...
Thanks again for...
Let me know if you need anything else.

Just give me a call if you have any questions. My number is...
CloseI am looking forward to...(+ -ing)
Give me regards to...
Best wishes
Regards
Looking forward to...(+ -ing)
Best wishes to...
Speak to/See you soon.
Bye (for now) / All the best

(http://www.alternative.hu/)

Example : DOWNLOAD HERE

[SMP] Contoh Cerpen

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh,plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.


Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur.


Berikut contoh cerpen : DOWNLOAD DISINI


*Jika link download rusak, hubungi admin

[SMP] Contoh Pidato Singkat

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.


Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.


Beberapa fungsi pidato adalah : mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan, mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi, menciptakan suatu keadaan yang kondusif dimana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut, mempermudah komunikasi.


Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan. (wikipedia)


Berikut contoh pidato singkat : DOWNLOAD DISINI


*Jika link download rusak, hubungi admin


[SMP] Contoh Karya Ilmiah : Pengetahuan Dasar Internet

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. (wikipedia)


Berikut contoh karya ilmiah untuk pemula : DOWNLOAD DISINI


*Jika link download rusak, hubungi admin

[SMP] Makalah Tentang Haji & Umrah

Pengertian haji menurut bahasa adalah menyengaja sesuatu, dengan asal kata  حج  . Sedangkan menurut istilah adalah menyengaja atau sengaja mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Mekah untuk melakukan beberapa amal ibadah tertentu dengan syarat-syarat, rukun, wajib tertentu, yang biasanya disebut sebagai ibadah haji. Secara lughawi atau makna bahasa, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan,  maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabitdi Mina, dan lain-lain.

Sedangkan umrah diambil dari ‘itimar, artinya berziarah. Secara istilah Umrah berarti menziarahi Ka’bah untuk beribadat kepada Allah dengan memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun, dan wajib-wajibnya. Berbeda dengan ibadah haji, Umrah dapat dilaksanan sewaktu-waktu sepanjang tahun, baik di dalam bulan haji atau sebelum maupun sesudahnya.

Selengkapnya DOWNLOAD DISINI

*Jika link download rusak, mohon beritahu admin

Jumat, 07 Desember 2012

[SMP] INDIKATOR SOAL UJIAN PPKN SEMESTER I


INDIKATOR SOAL UJIAN SEMESTER I
1.      Pentingnya Otonomi Daerah
Otonomi daerah sangat penting bagi kelangsungan negara kita, karena negara kita yang luas dan jumlah penduduk yang banyak, yaitu 200 juta penduduk dengan luas wilayah 1.919.400 km2. Maka dibentuklah otonomi daerah sebagai usaha untuk mendekatkan pemerintahan pada rakyat dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

2.      Makna Otonomi daerah
Otonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Autos dan Nomos. Autos berarti sendiri, sedangkan Nomos artinya aturan. Jadi otonomi daerah adalah daerah yang mengatur dirinya sendiri.

3.      Macam Negara Kesatuan
a.      Negara Kesatuan Bersifat Sentralisasi
     Yaitu, apabila semua urusan negara diatur dan diurus oleh pemerintah pusat.
b.      Negara Kesatuan Bersifat Desentralisasi
      Yaitu, pemerintah pusat memberi pemerintah daerah kekuasaan untuk mengatur dan                                  mengurus rumah tangganya sendiri.

4.      Hakekat Otonomi Daerah Menurut UU No. 32 Pasal 1 Tahun 2004
a.      Hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonomi.
b.      Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
c.       Sesuai dengan peraturan perundang-undangan berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI.

5.      Tujuan Otonomi Daerah
a.      Meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di daerah agar semakin baik.
b.      Memberikan kesempatan pada daerah untuk mengatur dan mengurus daerahnya sendiri sesuai tradisi dan adat kebiasaan yang berlaku di daerah tersebut.
c.       Meringankan beban pemerintah pusat agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan terutama di daerah lebih efektif dan efisien.
d.      Memperdayakan dan mengembangkan potensi SDA dan masyarakat daerah agar mampu bersaing profesional.
e.      Mengembangkan kehidupan demokrasi, keadilan, dan pemerataan di daerah.
f.        Memelihara hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan daerah, maupun antar daerah untuk menjaga keutuhan NKRI.
g.      Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
h.      Mewujudkan kemandirian daerah dalam pembangunan.

6.      Prinsip-prinsip Pemberian Otonomi Daerah
Menurut UU No. 32 Tahun 2004, otonomi daerah dijalankan dengan prinsip-prinsip berikut :
*     Pelaksanaan otonomi daerah dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan, potensi, dan keanekaragaman daerah.
*     Pelaksanaan otonomi daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata, dan bertanggung jawab.
1)     Otonomi yang luas
Daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan pemerintah pusat.
2)     Otonomi yang nyata
Untuk menangani urusan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban yang senyatanya telah ada.
3)     Otonomi yang bertanggung jawab
Otonomi daerah dalam penyelenggaraanya harus benar-benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi.

7.      Keuntungan Otonomi Daerah
a.      Masyarakat daerah merasa diberi tanggung jawab yang lebih untuk membangun daerahnya sendiri.
b.      SDA dan SDM yang ada di daerah menjadi lebih diberdayakan.
c.       Prioritas pelaksanaan pembangunan sesuai dengan cita-cita dan keinginan masyarakat.
d.      Pengawasan masyarakat terhadap pembangunan lebih efektif.
e.      Kebijakan yang diambil pemerintah menjadi lebih sesuai dengan ciri, karakter dan tradisi daerah setempat.
f.        Masyarakat daerah akan semakin terpacu untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

8.      Landasan Hukum Otonomi Daerah
Landasan hukum utama otonomi daerah awalnya adalah UU No. 22 Tahun 1999, sekarang diperbarui menjadi UU No. 32 Tahun 2004. Landasan hukum lainya adalah :
A.     UUD 1945
a.      Pasal 18
·        Ayat 1 :
Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi, kabupaten, dan kota yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang.
·         Ayat 2 :
Pemerintah daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
·        Ayat 3 :
Pemerintah daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota- anggotanya dipilih melalui pemilu.
·        Ayat 4 :
Gubernur, bupati, dan walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota yang dipilih secara demokratis.
·        Ayat 5 :
Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintah yang oleh undang- undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.
·        Ayat 6 :
Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan- peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
·        Ayat 7 :
Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintah daerah diatur dalam undang-undang.
b.      Pasal 18A
·        Ayat 1 :
Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah.
·        Ayat 2 :
Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan SDA dan sumber daya lainya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang.
c.       Pasal 18B
·        Ayat 1 :
Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.
·        Ayat 2 :
Negara mengakui dan menghormati kesatuan- kesatuan masyarakat hukum adat berserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat prinsip NKRI yang diatur dalam undang-undang.
B.      TAP MPR RI No. XV/MPR/1998
Ketetapan ini mengatur 3 hal :
a.      Penyelenggaraan otonomi daerah.
b.      Pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan SDA nasional yang berkeadilan.
c.        Perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam kerangka NKRI.


C.       TAP MPR RI No. IV/MPR/2000
Ketetapan ini mengatur tentang rekomendasi kebijakan dalam penyelenggaraan otonomi daerah.
D.     UU No. 32 Tahun 2004
Undang-undang adalah pengganti UU No. 22 Tahun 1999. Dalam UU ini diatur berbagai hal mengenai penyelenggaraan dan pelaksanaan otonomi daerah.
E.      UU No. 33 Tahun 2004
Undang-undang adalah pengganti UU No. 25 Tahun 1999. Dalam UU ini diatur tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
          9.      Membedakan Urusan Pemerintah Pusat Dengan Pemerintah Daerah
A.     Urusan Yang Diurus Pemerintah Pusat di Daerah
1)     Politik Luar Negri
·        Pengangkatan pejabat diplomatik.
·        Menunjuk warga negara untuk duduk dalam lembaga internasional.
·        Kebijakan luar negri.
·        Kebijakan perdagangan luar negri dan perjanjian internasional.
2)     Pertahanan
·        Membentuk angkatan bersenjata.
·        Menyatakan perang dan damai.
·        Menetapkan negara dalam keadaan bahaya.
·        Mengembangkan sistem pertahanan.
·        Kebijkan wajib militer dan bela negara.
3)     Keamanan
·        Membentuk kepolisian.
·        Menetapkan keamanan nasional.
·        Menindak orang, kelompok, atau organisasi yang kegiatanya mengganggu keamanan nasional.
4)     Yustisi
·        Mendirikan lembaga peradilan.
·        Mengangkat jaksa dan hakim.
·        Memberikan grasi, amnesti, abolisi.
·        Membentuk perundangan-undangan.
·        Peraturan pemerintahan dan lainya yang berskala nasional.
5)     Moneter dan Fiskal Nasional
·        Kebijakan makro ekonomi.
·        Mencetak uang.
·        Menentukan nilai mata uang.
·        Kebijakan moneter.
·        Pengendalian peredaran uang.
6)     Agama
·        Menetapkan hari libur keagamaan yang bersifat nasional.
·        Pengakuan terhadap keberadaan sebuah agama.
·        Kebijakan kehidupan beragama.
B.      Urusan Yang Diurus Pemerintah Daerah
Urusan yang diurus pemerintah daerah adalah semua urusan yang menyangkut kepentingan daerah, kecuali hal-hal yang telah diatur oleh undang-undang sebagai urusan pemerintah pusat.

                10. Kewajiban Kepala Daerah
*     Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, Melaksanakan UUD 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI.
*     Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
*     Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.
*     Melaksanakan kehidupan demokratis.
*     Mentaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan.
*     Menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
*     Memajukan dan mengembangkan daya saing daerah.
*     Melaksanakan prinsip taat pemerintahan yang baik dan bersih.
*     Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan daerah.
*     Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di daerah dan semua perangkat daerah.
*     Menyampaikan rencana strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah di hadapan Rapat Paripurna DPRD.



                11. Fungsi DPRD
*     Fungsi Legislasi
Bersama gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota menetapkan peraturan daerah.
*     Fungsi Anggaran
Bersama gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota menetapkan APBD.
*     Fungsi Pengawasan
Melaksanakan pengawasan terhadap :
a.      Pelaksanaan peraturan daerah dan perundang-undangan lain.
b.      Pelaksanaan peraturan kepala daerah.
c.       Pelaksanaan APBD.
d.      Pelaksanaan kebijakan daerah dalam melaksanakan perkembangan daerah.

          12. Urusan Wajib Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi
*     Perencanaan dan pengendalian pembangunan.
*     Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang.
*     Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
*     Penyediaan sarana dan prasarana umum.
*     Penanganan di bidang kesehatan.
*     Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi SDM potensial.
*     Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota.
*     Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota.
*     Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota.
*     Pengendalian lingkungan hidup.
*     Pelayanan pertahanan termasuk lalu lintas kabupaten/kota.
*     Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.
*     Pelayanan administrasi umum pemerintahan.
*     Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lalu lintas kabupaten/kota.
*     Penyelenggaraan pelayanan dasar lainya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota.
*     Urusan wajib lainya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
  
           13. Urusan Yang Menjadi Kewajiban Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
*     Perencanaan dan pengendalian pembangunan.
*     Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan tata ruang.
*     Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
*     Penyediaan sarana dan prasarana umum.
*     Penanganan di bidang kesehatan.
*     Penyelenggaraan pendidikan.
*     Penanggulangan masalah sosial.
*     Pelayanan bidang ketenagakerjaan.
*     Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah.
*     Pengendalian lingkungan hidup.
*     Pelayanan pertahanan.
*     Pelayanan kependudukan dan catatan sipil.
*     Pelayanan administrasi umum pemerintahan.
*     Pelayanan administrasi penanaman modal.
*     Penyelenggaraan pelayanan dasar lainya.
*     Urusan wajib lainya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

           14. Asas Otonomi
*     Asas Desentralisasi
Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah dalam sistem NKRI.
*     Asas Dekonsentrasi
Pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
*     Asas Tugas Pembantuan
Penugasan dari pemerintah pusat ke daerah dan atau desa dari pemerintah provinsi ke kabupaten/kota dan atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.


          15. Sumber Pendapatan Daerah
          Menurut UU No. 33 Tahun 2004, pendapatan daerah bersumber dari :
*     Pendapatan Hasil Daerah
·        Hasil pajak daerah.
·        Hasil retribusi daerah.
·        Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
·        Lain-lain PAD yang sah (jasa giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata ueang asing, komisi, potongan harga, dsb.
*     Dana Perimbangan
Dana perimbangan terdiri atas :
a.      Dana Bagi Hasil
Dana bagi hasil bersumber dari :
1)     Pajak, dana bagi hasil yang bersumber dari pajak terdiri dari :
*     Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Dengan perimbangan 10 % pusat dan 90 % daerah.
*     Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Dengan perimbangan 20 % pusat dan 80 % daerah.
*     Pajak Penghasilan (PPh)
2)     SDA, dana bagi hasil yang bersumber dari SDA terdiri dari :
*     Kehutanan
Dengan perimbangan 20 % pusat dan 80 % daerah.
*     Pertambangan
Dengan perimbangan 20 % pusat dan 80 % daerah.
*     Perikanan
*     Pertambangan Minyak Bumi
Dengan perimbangan 20 % pusat dan 80 % daerah.
*     Pertambangan Gas Bumi
Dengan perimbangan 30 % pusat dan 70 % daerah.
*     Pertambangan Panas Bumi
b.      Dana Alokasi Umum (DAU)
DAU merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

c.       Dana Alokasi Khusus
DAK merupakan dana yang bersumber dari APBN, tetapi dipergunakan untuk membantu kegiatan khusus pada daerah tertentu sesuai dengan prioritas nasional.

   16. Pengertian Kebijakan Publik
Publik berasal dari bahasa Inggris, yaitu public yang berarti umum, masyarakat atau negara.      Maka Kebijakan publik adalah setiap keputusan atau kegiatan yang dikeluarkan atau dijalankan yang berkaitan dengan kepentingan publik atau negara.

   17. Bentuk-bentuk Kebijakan Publik
A.     Kebijakan Publik Berupa Peraturan Yang Dibuat Oleh Pemrintah Pusat
*    UUD 1945
*    UU
*    Peraturan Pemerintah (PP)
*    Peraturan Presiden (Perpres)
B.      Kebijakan Publik Berupa Peraturan Yang Dibuat Oleh Pemrintah Daerah, Yang Berlaku di Daerah :
*    Peraturan Daerah (Perda)
*    Peraturan Gubernur
*    Peraturan Bupati/walikota
*    Keputusan Kepala Dinas/Instansi Daerah
C.      Bentuk-bentuk Lain Dari Kebijakan Publik
*    Pidato Pejabat Tinggi
·        Pidato Presiden tiap tanggal 16 Agustus.
·        Pidato Presiden atau mentri pada hari besar nasional.
·        Pernyataan pejabat negara
*    Pogram-pogram Pemerintah
·        RAPBN
·        RAPBD
·        Arah Kebijakan
·        Proyek-proyek

*    Tindakan Yang Dilakukan Pemerintah
·        Pajak Kendaraan Mewah
·        Cukai Tembakau
·        Kenaikan Tarif Angkutan
·        Pogram Transmigrasi
·        Pogram Wajib Belajar
·        Kenaikan Harga BBM

   18. Tahap-tahap Penyusunan Kebijakan Publik
A.     Pengidentifikasi Masalah dan Penyusunan Agenda
Mengidentifikasi masalah dan menyusun agenda permasalahan, keinginan, tuntutan, aspirasi, dan kehendak yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Maka pemerintah harus memiliki dan memahami data tentang permasalahan dala masyarakat.
B.      Penyusunan Skala Prioritas Kebijakan
Penyusunan skala prioritas kebijakan sangat penting, karena pemrintah dapat mengetahui mana kebijakan yang harus diutamakan pada waktu tertentu.
C.      Perumusan (Formulasi) Rancangan Kebijakan
Yaitu, menyusun rancangan kebijakan publik yang akan dibuat. Perumusan kebijakan publik disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat permasalahan.
D.     Penetapan dan Pengesahan Kebijakan
Setelah rancangan kebijakan sudah dibahas dan dikaji secara mendalam, rancangan akan ditetapkan dan disahkan. Dalam pembahasan kebijakan, dilibatkan lemabaga legislatif yaitu : DPRD, DPR dan MPR.
E.      Pelaksanaan Kebijakan
Pada tahap ini, semua kebijakan yang telah dirumuskan diuji secara nyata, sehingga dapat diketahui apakah kebijakan yang diambil dapat mengatasi permasalahan atau tidak.
F.      Evaluasi Kebijakan Publik
Pada tahap ini, pelaksanaan kebijakan publik dievaluasi untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan harapan masyarakat dan terbukti efektif memecahkan masalah atau tidak. Jika hasilnya baik, maka kebijakan tersebut akan dilanjutkan. Jika tidak, kebijakan tersebut akan ditinjau ulang atau diperbaiki.      

   19. Pentingnya Partisipasi Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan Publik
*  Kebijakan publik pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu kebijakan publik harus bertumpu pada keinginan, harapan, tuntutan, dan kebutuhan masyarakat.
*  Sebagai subjek dari suatu kebijakan publik, masyarakat merupakan pelaksana dar kebijakan publik tersebut.
*  Tanpa dukungan dari masyarakat, suatu kebijakan publik tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik, bahkan menimbulkan protes dan gejolak.

   20. Contoh Nyata Partisipasi Masyarakat Dalam Kebijakan Publik
*     Ikut berperan sebagai pelaku pembanguan.
*     Dengan kesadaran, membayar pajak tepat waktu.
*     Menaati segala produk perundang-undangan yang berlaku.

   21. Ciri Kebijakan Publik Yang Bermutu
*     Berdasarkan pada pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat.
*     Merupakan jawaban atas tuntutan keinginan atau aspirasi masyarakat.
*     Mengabdi pada kepentingan umum.
*     Melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
*     Disusun dan ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

   22. Faktor Yang Menyebabkan Tidak Aktifnya Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan Publik
*     Kurangnya pemahaman tentang hakekat otonomi daerah, baik dari pejabat pemerintah maupun, masyarakat.
*     Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah merasa paling berwenang dalam penyusunan kebijakan tanpa perlu adanya masukan dari masyarakat. Demikian pula masyarakat, bersikap acuh tak acuh dalam pelaksanaan kebijakan.
*     Kurangnya sosialisasi, baik saat proses penyusunan maupun saat akan diterapkan suatu kebijakan publik.
*     Kebijakan publik yang disusun tidak berpangkal pada kebutuhan masyarakat.
*     Masyarakat merasa tidak memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut, sehingga mereka bersikap pasif.